Selamat Datang di LINTAU : Nagari yang Dokek di Jaghi

Lintau merupakan sebuah daerah di Kab. Tanah Datar yang terdiri atas dua Kecamatan, yaitu : 1. Kec. Lintau Buo Utara, terdiri atas 5 nagari, yaitu Nagari Batu Bulek, Tanjuang Bonai, Balai Tongah, Topi Selo dan Nagari Lubuak Jantan. 2. Kec. Lintau Buo, terdiri atas 4 nagari, yaitu Nagari Buo, Pangian, Tigo Jangko dan Toluak. Terletak pada ketinggian antara 200 hingga 400 m di atas permukaan laut. Curah hujan di wilayah kecamatan ini rata-rata 172,06 mm3 per tahun dan merupakan daerah bayang-bayang hujan
Website : www.lintau.info | email : info@lintau.info | Kamus Lintau : kamus.lintau.info

Nagari Pangin Kekeringan, Warga Kesulitan Melakukan Aktifitas MCK

Sawah kekeringan [Foto By Hijrah)
Tanah Datar — Kemarau panjang yang melanda Lintau Buo Kabupaten Tanah Datar beberapa bulan terakhir, ternyata sudah sangat meresahkan warga sekitar Lintau Buo terutama di daerah Pangian.  Hampir 40 hektar sawah tidak bisa digarap akibat kekeringan yang melanda. Bahkan masyarakat mengalami kesulitan untuk melakukan aktifitas Mandi, Cuci, dan Buang hajat ( MCK ) .
PJ Wali Nagari Pangian , Addewita melalui Novarisman selaku Sekretaris Nagari saat ditemui pada hari Selasa ( 31/1) menyampaikan, kekeringan yang melanda daerah ini sudah terjadi sejak lama sehingga puluhan hektar sawah harus menganggur.
Petani Tidak Bisa Menggarap Sawah akibat kekeringan ( foto: Hijrah Adi S)
“Kekeringan yang melanda daerah kami ini, bukan hanya di picu karena tidak turunnya hujan namun juga dipicu akibat keringnya Batang Aia Tompo, Batang Aia Sangki Satu dan Batang Aia Sikakau, akibat tertimbun material longsor pada bulan Mei 2015 yang lalu. Batang Aia tersebut , selama ini  menjadi sumber pengairan bagi sawah dan peternakan masyarakat sekitar pangian, ” tutur Novarisman.
Lebih lanjut Novarisman juga menambahkan, “Dengan tidak di kelolanya sawah seluas kurang lebih 40 hektar ini, berarti sebanyak 80 ton padi pun tidak bisa dihasilkan dari sawah tersebut dan ini sangat memprihatinkan sekali, biasanya harga padi Rp.5500,- per kilonya sekarang mencapai harga 6200 perkilo”.
Selain itu, saat ini warga Pangian juga sudah mulai resah dengan sulitnya mendapatkan pasokan air bersih untuk minum, mandi dan mencuci sehingga harus antrian mendapatkan air yang dipasok oleh pemerintah setempat melalui PDAM dan Damkar.
Sementara itu Pemerintah Daerah Tanah Datar saat ini hanya mampu memberikan air kepada tiga jorong yang dilakukan setiap Senin dan Kamis pagi, yakni  Jorong Sawahan, Jorong Koto Gadang dan Jorong Koto Kaciak . Dan bantuan ini pun belum berjalan maksimal karena hanya dua trip dalam sehari dan di pergilirkan, sehingga masih banyak warga ketiga jorong  yang tidak mendapatkan air bersih tersebut.
Dari pengamatan di lapangan,  pengaduan dan keluhan masyarakat kian hari terus bertambah ke Kantor Walinagari Pangian. Sehingga hal ini juga mendorong pemerintah daerah untuk berupaya mencarikan solusi terbaik untuk mendapatkan air di daerah yang juga terkenal dengan peternakan ayamnya itu.
Runtuhan Batu Besar Di Ngalau Pangian ( foto: Hijrah Adi S)
Adapun upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah daerah bersama Warga Lintau adalah dengan melaksanakan goro bersama yang langsung dihadiri oleh Bupati Tanah Datar yang dilakukan di Batang Aia Sangki Satu yang juga menjadi tempat sandaran dalam memperoleh air untuk pengairan lahan sawah dan perkebunan warga.
Tambah Novarisman berharap, pemerintah daerah dapat segera mengupayakan perbaikan terhadap pipa-pipa air yang rusak yang terdapat di irigasi-irigasi batang Aia seperti di batang Aia Selo dan tempat lainnya. Agar dapat menghidupkan kembali lahan sawah dan pertanian di daerah ini dapat kembali seperti semula, serta mendapatkan air bersih untuk warga dalam melakukan MCK sehari hari.
Putra
Sumber : http://www.pasbana.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


thirteen + 18 =