Selamat Datang di LINTAU : Nagari yang Dokek di Jaghi

Lintau merupakan sebuah daerah di Kab. Tanah Datar yang terdiri atas dua Kecamatan, yaitu : 1. Kec. Lintau Buo Utara, terdiri atas 5 nagari, yaitu Nagari Batu Bulek, Tanjuang Bonai, Balai Tongah, Topi Selo dan Nagari Lubuak Jantan. 2. Kec. Lintau Buo, terdiri atas 4 nagari, yaitu Nagari Buo, Pangian, Tigo Jangko dan Toluak. Terletak pada ketinggian antara 200 hingga 400 m di atas permukaan laut. Curah hujan di wilayah kecamatan ini rata-rata 172,06 mm3 per tahun dan merupakan daerah bayang-bayang hujan
Website : www.lintau.info | email : info@lintau.info | Kamus Lintau : kamus.lintau.info

Motor Cross Meraung Di Panorama Tanjung Sago

Ada yang beda jika anda menyempatkan diri berkunjung ke Jorong Sapta Marga, Nagari Tanjuang Bonai, Kecamatan Lintau Buo Utara Kabupaten Tanah Datar-Sumbar menjelang akhir pekan.

Suara raungan motor ber-CC tinggi dari yang ‘ori’ Spesial Stage Engine (SSE), hingga yang hasil modifikasi sendiri, membelah keheningan pedalaman hutan Arena Cross Puncak Sago hasil swadaya anak nagari.

Meski menggunakan perlengkapan crosser seadanya, bahkan ada yang hanya menggunakan celana denim (Levi’s) ketat alias celana pensil, namun aneka manuver yang mereka perlihatkan tidak kalah seru dengan para profesional.

“Awalnya arena ini (Sirkuit Panorama Tanjuang Sago) kami buat hanya untuk mengisi waktu senggang usai bekerja saja,” ujar Nopi (37), salah seorang pendiri Tanjung Motor Club (TMC).

Saat ini TMC beranggotakan 25 orang, dimana 15 diantaranya telah memiliki kendaraan motor trail yang siap beraksi di arena.

“Biasanya, waktu senggang tanpa aktivitas, kan cenderung mengarah kepada hal negatif seperti terlibat balap liar dan narkoba, dan kami khawatir dengan target pengedar narkoba yang mulai menyasar Tanah Datar khususnya Lintau sebagai pangsa pasar potensial di Sumatera Barat. Oleh karena itu, kami mengisi waktu luang dengan kegiatan positif, membuat olahraga adrenalin ini menjadi pilihan paling rasional untuk digeluti,” sambungnya.

Lokasi itu sendiri baru dimanfaatkan selepas Idul Fitri 1437 H yang lalu. Melalui kesepakatan pemuda, segala pendukung terhadap mulusnya proses pembangunan diupayakan, termasuk usaha pembebasan (ijin penggunaan) lahan sirkuit sepanjang 180 x 145 meter yang saat ini dimiliki oleh nagari.

“Harapan kami jelas agar sirkuit ini nantinya bisa menjadi tempat balap motocross berizin dan bergengsi milik Tanah Datar, sehingga kebiasaan pemuda menggelar balap liar tidak ada lagi karena telah tersedia wadah yang representatif,” jelasnya.

Mendapat dukungan penuh dari tetua kampung, maka secara swadaya pemuda, sirkuit yang terletak cukup jauh dari pemukiman warga hingga bebas bising ini telah bisa dipakai, walau dengan segala keterbatasan yang ada.

Dalam kesempatan terpisah Marwan Kadis Budparpora Tanah Datar mengaku sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat setempat itu.

“Kami sangat mendukung iven ini, kalau bisa akan diupayakan masuk dalam kalender tetap wisata mulai tahun depan. Kepada pemuda di sana, segeralah buatkan jadwal tetapnya, saya tunggu dikantor,” pungkasnya sambil berpesan kepada pemuda Tanjuang Bonai agar merinci kegiatan dan mempresentasikannya di Kantor Budparpora Tanah Datar secepatnya. Sumber : Klikpositif

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


4 × three =