Selamat Datang di LINTAU : Nagari yang Dokek di Jaghi

Lintau merupakan sebuah daerah di Kab. Tanah Datar yang terdiri atas dua Kecamatan, yaitu : 1. Kec. Lintau Buo Utara, terdiri atas 5 nagari, yaitu Nagari Batu Bulek, Tanjuang Bonai, Balai Tongah, Topi Selo dan Nagari Lubuak Jantan. 2. Kec. Lintau Buo, terdiri atas 4 nagari, yaitu Nagari Buo, Pangian, Tigo Jangko dan Toluak. Terletak pada ketinggian antara 200 hingga 400 m di atas permukaan laut. Curah hujan di wilayah kecamatan ini rata-rata 172,06 mm3 per tahun dan merupakan daerah bayang-bayang hujan
Website : www.lintau.info | email : info@lintau.info | Kamus Lintau : kamus.lintau.info

Potensi Wisata Baru : Panorama Puncak Bukik Godang

Panorama Puncak Bukik Godang

Seakan tidak pernah habisnya pesona Tanah Datar dibahas. Potensi wisata terus bermunculan. Kali ini Panorama Puncak Bukik Godang diperkenalkan oleh masyarakat Jorong Kajai Nagari Tapi Selo Kecamatan Lintau Buo Utara.

Bukit yang berdiri kokoh ini telah lama menjadi sumber penghidupan bagi sebagian besar masyarakat Tapi Selo. Masyarakat yang berprofesi sebagai petani, menanam pohon karet, damar, kakao dan kulit manis di areal perbukitan.

Tidak sekedar itu, masyarakat ingin memperkenalkan Panorama Puncak Bukik Godang yang indah kepada pemerintah daerah.

Gayung bersambut, Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi meninjau langsung lokasi bersama OPD terkait, Minggu (19/02).

Dengan menggendarai sepeda motor sendiri dari Batusangkar, bupati bersama rombongan menuju lokasi menyusuri jalan tanah yang tidak hanya berliku-liku juga diselingi tanjakan tajam, sehingga membutuhkan konsentrasi da kehati-hatian yang tinggi jika tidak ingin celaka.

Alhamdulillah, berselang hampir satu jam dari jalan yang sudah beraspal, mengitari dan mendaki bukit, rombongan sudah dinanti ratusan masyarakat Jorong Kajai. Mulai dari yang tua hingga kanak-kanak ingin bertemu langsung dengan orang nomor 1 di Luhak Nan Tuo ini.

Tokoh masyarakat Jorong Kajai Asrizal menyampaikan Bukik Godang merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat. Kenapa tidak, dari Bukit Godang inilah sebut Asrizal, anak-anak di sekolahkan ataupun dikuliahkan.

Jalan setapak menuju puncak telah dirintis semenjak 10 tahun yang lalu dan dibangun secara swadaya. “Tidak kurang 60 sampai 70 orang petani yang memanfaatkan setiap hari menuju ladang masing-masing,” tutur Asrizal.

Sementara Radika menawarkan konsep ekowisata yang memadukan keindahan alam dengan pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat dan pendidikan.

“Posisi Bukit Godang persis di tengah-tengah Lintau IX Koto, ini menguntungkan bisa memandang ke bebas arah Lintau bagian utara maupun selatan dan terlihat jelas Gunung Sago,” ucap Radika bersemangat.

Dengan pemandangan alam yang indah, Selain itu bisa dikembangkan flying fox, rumah pohon dan juga bisa dijadikan areal perkemahan. Untuk itu, pemerintah daerah diminta mendukung pengembangan wisata Puncak Bukik Godang ini salah satunya meningkatkan kualitas jalan menjadi rabat beton.

Bupati Irdinansyah Tarmizi di kesempatan itu mengapresiasi antusiasme masyarakat Jorong Kajai mengembangkan pariwisata di daerahnya. “Sebagai bentuk penghargaan, saya sengaja membawa Kepala OPD terkait bersusah-susah berkendara motor yang selayaknya memakai motor trabas untuk menyaksikan langsung keindahan alam,” buka kata bupati.

Bupati tambahkan, sektor pariwisata dan sektor pertanian prioritas bagi pemerintah daerah untuk dikembangkan. “Pemerintah daerah sangat mendukung pengembangan pariwisata, kita sudah memiliki zona pengembangan wisata,” jelas bupati.

Kepada masyarakat terutama tokoh penggagas, bupati berpesan untuk membuat perencanaan yang matang untuk pengembangan wisata dan sebelumnya perlu dilakukan koordinasi dengan dinas terkait.

“Status hutan lindung juga harus dipertimbangkan, karena ini menyangkut aturan yang harus dipedomani semua pihak,” kata bupati.

“Kita tidak ingin menyalahi aturan yang ada, nantinya bisa berujung masuk ke ranah hukum,” tekan bupati.

Pemandangan alam yang indah beserta potensi lainnya merupakan anugerah Allah yang patut disyukuri. Jika dimanfaatkan dengan baik akan mendatangkan manfaat bagi masyarakat namun sebaliknya juga bisa menjadi bencana jika disalahgunakan.

Perlu dicari yang spesifik dari potensi yang ada, yang bisa menarik wisatawan datang seperti ajang motor trabas, sepeda gunung ataupun ajang off road ataupun lainnya. Kalau sekedar menawarkan pemandangan alam, tidaklah cukup karena daerah lain juga mnewarkan yang sama.

Turut ikut rombongan Asisten I Mukhlis, Kadis Parpora Edi Susanto, Kadis Koperindag Abdul Hakim, Kepala BPBD Indra Kesuma, Kasat Pol PP dan Damkar Nuryeddisman dan beberapa OPD lainnya.

Sumber : http://tanahdatar.go.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


fifteen + fifteen =