Selamat Datang di LINTAU : Nagari yang Dokek di Jaghi

Lintau merupakan sebuah daerah di Kab. Tanah Datar yang terdiri atas dua Kecamatan, yaitu : 1. Kec. Lintau Buo Utara, terdiri atas 5 nagari, yaitu Nagari Batu Bulek, Tanjuang Bonai, Balai Tongah, Topi Selo dan Nagari Lubuak Jantan. 2. Kec. Lintau Buo, terdiri atas 4 nagari, yaitu Nagari Buo, Pangian, Tigo Jangko dan Toluak. Terletak pada ketinggian antara 200 hingga 400 m di atas permukaan laut. Curah hujan di wilayah kecamatan ini rata-rata 172,06 mm3 per tahun dan merupakan daerah bayang-bayang hujan
Website : www.lintau.info | email : info@lintau.info | Kamus Lintau : kamus.lintau.info

IKLB Padang Dikukuhkan

Sebagian Pengurus IKLB Padang yang dilantik

Setelah sempat vakum beberapa tahun, Ikatan Keluarga Lintau Buo (IKLB) Padang kembali aktif. Kemarin, secara resmi paguyupan rang Lintau Sambilan Koto tersebut resmi dikukuhkan pengurusnya oleh Sekkab Tanahdatar, Hardiman dengan Ketua IKLB terpilih  Indra Jaya.

“Alhamdulillah setelah menggelar beberapa kali pertemuan informasi dengan sejumlah tokoh dan pemuka masyarakat Lintau Buo Sambilan Koto yang ada di Kota Padang, akhirnya organisasi IKLB kembali diaktifkan,” kata Ketua IKLB Indra Jaya dalam sambutannya pada acara seminar mencari sumber air dalam mengatasi permasalahan kekeringan di Lintau Buo, di Hotel Daima, kemarin (24/4).

Menurut Indra jaya, IKLB merupakan rumah bagi warga Lintau yang berada di Kota Padang. “Anak rang Lintau cukup banyak yang memiliki kompetensi tentang itu. Banyak juga yang menjadi konsultan serta tenaga ahli yang dipakai oleh Balai Sungai untuk membangun irigasi di Sumbar,” katanya.

Sekkab Tanahdatar Hardiman mengatakan, kehadiran IKLB sangat dibutuhkan Pemkab Tanahdatar yang saat ini sedang memacu program pembangunan.

“Khusus masalah kekeringan yang terjadi beberapa waktu lalu di Lintau memang menjadi perhatian serius Pemkab. Berbagai upaya agar pembangunan dan rehabilitasi irigasi bisa dilaksanakan secepatnya, terutama irigasi Batang Sangki I yang berada di kawasan hutan lindung dan irigasi Sinamar,” ujar Hardiman.

Sementara itu, Revalin Herdianto, ahli irigasi dari Politeknik Negeri Padang mengungkapkan masalah kekeringan sebetulnya bukan hanya terjadi di Lintaubuo saja.

Ini terkait dengan fenomena perubahan iklim secara global. Namun, kalau melihat potensi air yang dimiliki Lintaubuo yang berada di lembah Gunung Sago semestinya tak mengalami kekeringan.

Direktur Economic Development Center (EDC) juga ahli konvervasi air Universiatas Andalas Erigas Eka Putra mengatakan, permasalahan irigasi di Lintaubuo mendesak dicarikan solusinya. Sebab, potensi air yang dimiliki cukup banyak namun penataan dan pemanfaatannya yang belum maksimal termasuk sistem irigasinya.

Erigas mengatakan, sebagai orang kampus yang diberdaya untuk pembangunan masyarakat nagari, dia siap memberikan pendampingan dan masukan untuk masyarakat Lintaubuo dan Pemkab Tanahdatar.

Adapun pengurus IKLB periode 2017-2021 yang dikukuhkan diantara Martalena Agus (penasihat), Zainal Kasim (penasihat), Hafrizal Syandri (penasihat), Indra jaya (Ketua), Yuhefizar (Wakil Ketua), Two Efly (Wakil Ketua), Hijrah Adi Sukrial (Sekretaris), Harisman (Bendahara) dan beberapa pengurus lainnya. (*)

Sumber : http://www.m.padek.co/detail.php?news=83290

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


twelve + 18 =