Selamat Datang di LINTAU : Nagari yang Dokek di Jaghi

Lintau merupakan sebuah daerah di Kab. Tanah Datar yang terdiri atas dua Kecamatan, yaitu : 1. Kec. Lintau Buo Utara, terdiri atas 5 nagari, yaitu Nagari Batu Bulek, Tanjuang Bonai, Balai Tongah, Topi Selo dan Nagari Lubuak Jantan. 2. Kec. Lintau Buo, terdiri atas 4 nagari, yaitu Nagari Buo, Pangian, Tigo Jangko dan Toluak. Terletak pada ketinggian antara 200 hingga 400 m di atas permukaan laut. Curah hujan di wilayah kecamatan ini rata-rata 172,06 mm3 per tahun dan merupakan daerah bayang-bayang hujan
Website : www.lintau.info | email : info@lintau.info | Kamus Lintau : kamus.lintau.info

Pengurus IKLB Kota Padang Dikukuhkan

Pengurus IKLB Kota Padang periode 2017-2021 usai dikukuhkan Sekda Kabupaten Tanah Datar mewakili Bupati Tanah Datar, Senin (24/4) di Padang. (ist)

PADANG – Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Datar, Drs.Hardiman melantik pengurus Ikatan Keluarga Lintau Buo (IKLB) Kota Padang periode tahun 2017-2021, Senin (24/4) di Hotel Daima, Padang. Selain pelantikan pengurus, IKLB juga mengadakan seminar ‘Mencari Sumber Air Masa Depan di Lintau’ dengan menghadirkan nara sumber Ir Revalin Hardianto MSc PhD (pakar irigasi dari Politeknik Negeri Padang), Dr Eri Gas Ekaputra, MS (dari Pusat Pengembangan Nagari Universitas Andalas) dan Asep dari Walhi Sumbar.

IKLB Kota Padang periode 2017-2021 diketuai oleh Indra Jaya SH. Sementara, Wakil Ketua Dr Yuhefizar Mkom dan Two Efly SE, Sekretaris Hijrah Adi Sukrial, Wakil Sekretaris Ir Firdaus Jamal MSi, Bendahara Harisman, Wakil Bendahara Dhienie Hariyanti dan sejumlah koordinator dan anggota bidang. Acara itu dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Lintau Buo dan Lintau Buo Utara yang berada di Kota Padang, walinagari di Lintau, camat serta pelajar dan keluarga Lintau di Kota Padang. Hadir juga mantan pejabat Pemprov Sumbar, Drs.Syafrial.

Ketua IKLB Kota Padang, Indra Jaya dalam sambutannya mengatakan, pembentukan kembali IKLB di Kota Padang adalah sebagai pemberi semangat, inspirasi dan motivasi bagi warga Lintau. Kehadiran IKLB juga sebagai bentuk pengabdian terhadap kampung halaman dalam menyikapi persoalan-persoalan yang terjadi di kampung. Apalagi dalam beberapa waktu terakhir, ada aspek-aspek fundamental yang menjadi persoalan terkait pendidikan, moralitas dan ekonomi yang terjadi di Lintau.

“Organisasi ini merupakan ladang amal dan pengabdian buat kita. Ini sumbangsih yang bisa kita berikan untuk kampung halaman Lintau, baik dalam hal sumbangan materi maupun pemikiran, dorongan dan motivasi,” ujarnya.

Sementara, Sekda Tanah Datar, Hardiman menyatakan, Bupati Tanah Datar sangat mengapresiasi kehadiran IKLB di Kota Padang. Bupati sudah mengagendakan hendak menghadiri pelantikan pengurus IKLB. Sayangnya, pada saat bersamaan ada kunjungan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ke Batusangkar.

Terkait kekeringan di Lintau, menurut Sekda, pemerintah sudah membangun Irigasi Batang Sinamar sejak tahun 2008. Menurut rencana awal, seharusnya proyek tersebut sudah selesai tahun 2016. Namun, karena berbagai kendala belum selesai hingga saat ini. Menurut Sekda, salah satu kendala adalah terkait pembebasan lahan. Ada beberapa titik yang belum kunjung selesai. Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit belum lama ini sudah meninjau ke lokasi dan mendorong agar permasalahan di lapangan dapat diselesaikan secepatnya.

Proyek Batang Sinamar sudah menjadi program nasional untuk mengairi sawah-sawah masyarakat yang pada umumnya tadah hujan. Kementerian menjadikan proyek tersebut multiyears dan ditargetkan selesai pada pertengahan tahun 2018.

“Batang Sinamar harus selesai closing pembangunannya tahun 2018. Bila tidak juga selesai dan difungsikan di tahun 2018 tersebut, maka sekitar 3200 hektare lahan yang selama ini tadah hujan tidak hujan tidak bisa diolah,” cetus Sekda.

Sedangkan terkait irigasi Batang Sangki I yang bobol di Ngalau Pangian beberapa waktu lalu, menurut Sekda, sudah ada kerja sama dengan Balai Wilayah Sungai Sumatera V untuk membuat bendungan di Ngalau Pangian. Tapi, rencana tersebut terkendala karena kawasan itu ternyata hutan konservasi. Hal itulah yang saat ini sedang dibahas oleh instansi terkait di Pemprov Sumbar agar diupayakan ada izin khusus dari Gubernur Sumbar untuk pembangunan bendungan tersebut. Karena, pada prinsipnya hanya memanfaatkan sumber air saja, tidak mengalihfungsikan hutan.

“Batang Sangki I kalau sudah selesai nantinya akan terkoneksi dengan baik dengan Batang Sinamar,” ujarnya. (rin)

Sumber : http://padangmedia.com/pengurus-iklb-kota-padang-dikukuhkan/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


one × four =