Selamat Datang di LINTAU : Nagari yang Dokek di Jaghi

Lintau merupakan sebuah daerah di Kab. Tanah Datar yang terdiri atas dua Kecamatan, yaitu : 1. Kec. Lintau Buo Utara, terdiri atas 5 nagari, yaitu Nagari Batu Bulek, Tanjuang Bonai, Balai Tongah, Topi Selo dan Nagari Lubuak Jantan. 2. Kec. Lintau Buo, terdiri atas 4 nagari, yaitu Nagari Buo, Pangian, Tigo Jangko dan Toluak. Terletak pada ketinggian antara 200 hingga 400 m di atas permukaan laut. Curah hujan di wilayah kecamatan ini rata-rata 172,06 mm3 per tahun dan merupakan daerah bayang-bayang hujan
Website : www.lintau.info | email : info@lintau.info | Kamus Lintau : kamus.lintau.info

Profil Nagari Tanjuang Bonai

Profil Nagari Tanjuang Bonai
1) data kekayaan non fisik
a) kondisi geografis
Nagari tanjung bonai memiliki wilayah seluas 87,04 km2 , dengan ketinggian 515-710 meter dari atas permukaan laut, dahulunya terdiri dari 26 jorong, kemudian setelah keluarnya UU tahun 1979 berubah menjadi 26 desa dan terakhir 6 desa, kemudian diciutkan menjadi 6 desa, yaitu: tanjuang bonai, nan tanjuang bonai timur, tanjuang bonai barat, tanjuang bonai utara, pamasihan dana tanjuang lansek. Adapun batas nagari adalah:
(1) sebelah barat        : batu bulek
(2) sebelah timur        : lubuak jantan/ sumpur kudus
(3) sebelah selatan    : balai tanggah/ lubuak jantan
(4) sebelah utara        : halaban kab. Lima puluh kota
b) asal-usul
nagari tanjuang bonai berasal dari nama ( tanguang bona) artinya posisi nagari tanjuang bonai berada di pertengahan antara batu sangkar dan paya kumbuh, jadi tanggung ke payakumbuh dan tanggung ke batu sangkar. Sedangkan pendapat kedua mengatakan bahwa nagari tanjuang bonai terdiri dari banyak tanjuang, seperti tanjuang bone, tanjuang nan ditangah, tanjuang kaciak ( kecil), tanjuang modang (besar).
c) suku dan pola adat
nagari tanjuang bonai memakai pola adat ”bodi caniago”, terdapat empat suku, yaitu:
(1) suku paya badar
(2) suku mandahiliang
(3) suku caniago
(4) suku piliang
d) jenis kelengkapan adat lainnya, meliputi:
(1) ninik mamak       : 228 orang
(2) imam                    : dari suku payabadar
(3) bilal                       : dari suku piliang
(4) khatib                    : dari suku caniago
(5) khadi/ p3n            : dari suku mandahiliang
e) proses mewariskan adat istiadat
” patah tumbuah hilang baganti, botuang tumbuah dimatanya) prosedurnya menuru garis keturunan dari ninik ke mamak dan dari mamak ke kemenakan dan ada yang kesepakatan (bungo bakarang).f) jenis-jenis kesenian yang ada dinagari, yaitu:
(1) randai            : 1  group ( santan batpiah)
(2) calempong   : 5  group ( pamasean)
(3) debus            : 1  group
(4) rebana           : 10 group
2) Data kekayaan fisik
  • hutan dinagari tanjuang bonai terdapat seluas 3055 Ha dalam bentuk lindung yang termasuk ulayat nagari
  • tanah dinagari tanjuang bonai ada seluas 8.704 Ha, berbentuk pekarangan/ banguna seluas 370 Ha dan lain-lain seluas 150 Ha.
  • Sungai dinagari tanjuang bonai terdapat 3 aliran, yaitu: batang sinamar sepanjang 15 km, berbatsan dengan nagari halaban sampai tepi selo dan batang sinamar yang berbatasan dengan lubuak jantan dan halaban dan kedua batang mangus sepanjang 25 km, berbatasan dari gunung sago sampai lubuak jantan. Sungai tersebut dimanfaatkan oleh anak nagari untuk mengairi sawah, disamping itu juga terdapat galian C (batu, pasir, krekel).
  • Kolam dinagari tanjuang bonai terdapat seluas 29,7 Ha dimiliki secara pribadi dalam persukuan.
  • Tambang dinagari tanjuang bonai terdapat 1 lokasi, berada diatas tanah ulayat nagari (ICCI).
  • Gunung dinagari tanjuang bonai ada 2 nama yaitu: gunung sago dan gunung malintang, keduanya tidak aktif  berbatasan dengan payakumbuh kabupaten lima puluh kota.
  • Sawah dinagari tanjuang bonai terdapat seluas 815 Ha, milik persukuan, terdiri dari tadah hujan dan pengairan tali bandar.
  • Ladang dinagari tanjuang bonai terdapat seluas 439 Ha, ladang tersebut dimanfaatkan oleh anak nagari untuk tanaman palwija.
  • Peternakan dinagari tanjuang bonai terdapat dalam bentuk peternak sapi sekitar 621 ekor, kerbau sebanyak 740 ekor dan ternak ayam/ itik rata-rata ada dimasing-masing rumah tangga.
  • Ngalau/ goa dinagari tanjuang bonai terdapat 3 lokasi, yaitu: pintu ngalau, ngalau siambek dan ngalau pamasihan. Masing-masing berada diatas tanah ulayat nagari tanjuang bonai dan khusus dingalau pamasihan terdapat sarangburung walet.
  • Jalan dinagari tanjuang bonai terdapat sepanjang 87 km, terdiri dari jalan provinsi sepanjang 12 km, jalan kabupaten 35 km dan jalan nagari/ jorong 40 km.
  • Tempat rekreasi dinagari tanjuang bonai teerdapat 3 lokasi, yaitu: gunung ledang dalam bentuk panorama dijorong tanjuang bonai barat,  air terjun sapta marga dijorong  tanjuang bonai utara dan arung jeram dijorong pamasihan,. Tempat tersebut dikelola oleh nagari.
  • Gelangang/ lapangan olah raga dinagari tanjuang bonai terdapat dalam bentik lapangan bola kaki 4 loaksi dan lapangan volly 6 lokasi/ tiap-tiap jorong. Lapangan tersebut dimanfaatkan anak nagari sebagai sarana olah raga, upacara nasioanl dan shalat hari raya.
  • Situs kebudayaan dinagari tanjuang bonai terdapat 3 yaitu: dalam bentuk kuburan keramat 2 buah, lokasi di gunung ledang dan pamasihan, kedua batu tagak 1 buah di jorong tanjuang bonai.
  • Prasasti dinagari tanjung bonai terdapat satu jenis dalam bentuk tugu segi panjang dengan tinggi 2 meter, berada dijorong tanjuang bonai timur.
  • Medan nan bapaneh dinagari tanjuang bonai terdapat 1 lokasi di gunung ledang dalam bentuk lapangan dan sekarang tidak ada lagi karena dimanfaatkan unutk objek wisata dan pemnacar.
  • Kerajinan dinagari tanjuang bonai terdapat 5 usaha dalam bentuk kerajinan ketiding, tenun songket, rotan dan bambu, kerajinan pandai besi dan juga terdapat ukiran rumah  adat khusus dijorong tanjuang bonai barat. Usaha tersebut dikelola secara pribadi-pribadi/ rumah tangga.
  • Pasar dinagari tanjung bonai terdapat 1 unit yaitu: :pasar ranah batu” yang belokasi dijorong tanjuang bonai utara, merupakan pasar jenis/ tipe A. Sedangkan masukan untuk nagari sekitar 15.000/ minggu dan habis untuk opersaional pasar.
  • Masjid dinagari tanjung bonai ada 13 unit, yaitu: dijorong tanjuangbonai utara 4 unit, tanjuang bonai timur 2 unit, tanjuang bonai barat 4 unit, tanjuang bonai 1 unit, pamasean 1 unit dan dijorong tanjuang lansek 1 unit. Dibangun diatas tanah ulayat nagari, sedangkan aktivitas mesjid berupa kegiatan remaja mesjid aktif, wirid pengajian 2x seminggu, PHBI (israj mi’raj danmaulud nabi), TPA/ TPSA serta tempat musbang.
  • Balai adat dinagari tanjuang bonai terdapat 1 unit, dengan bangunan permanen berlantai dua, dimana lanati 1 dimanfaatkan untuk kantor wali nagari, kantor KAN dan kantor pembantu kecamatan sedangkan lantai II untuk musyawarah adat.
  • Rumah gadang dinagari tanjuang bonai terdapat 20 unit, milik persukuan/ kaum yang ada dalam nagari.
  • Rumah penduduk dinagari tanjuang bonai terdapat 2.406 rumah tangga terdiri dari bangunan rumah permanen 65% dan semi permanen 20% dan banguna sederhana 15%.
  • Pandam pekuburan dinagari tanjuang bonai terdapat milik masing-masing persukuan/ kaum.

* Data belum update